Senin, 25 November 2013

MEMBUAT ROUTER DEBIAN - Menghubungkan Dua (2) Jaringan Komputer yang Berbeda

Salah satu fungsi router adalah untuk menghubungkan dua jaringan yang berbeda. Di mana letak perbedaannya? Dan kapan kita menggunakan 2 (dua) jaringan yang berbeda?
Mari kita bahas..

Kita asumsikan bahwa dalam sebuah sekolah terdapat dua laboratorium komputer, Kita sebut Lab A dan Lab B. Karena sesuatu hal, Lab A dan Lab harus diberikan IP Address yang berbeda, dengan rincian sebagai berikut:
Lab A: IP Address 192.168.100.1 dan Lab B: IP Addressnya 192.168.200.1
Dari perumpamaan di atas, jelas Lab A dan Lab B tidak dapat terhubung secara langsung, akan tetapi membutuhkan sebuah perangkat tambahan. Nah.. dari kondisi semacam inilah kita membutuhkan sebuah Router untuk menghubungkan dua jaringan pada Lab A dan Lab B tersebut yang kita ketahui jaringan tersebut memiliki Network yang berbeda. 


Oke, setelah Kita paham mengenai topologi pada gambar di atas, maka tahap selanjutnya adalah mengalihkan fokus ke spesifikasi masing-masing komputer yang akan dibuat.
1. LAB A: OS Linux Debian
2. ROUTER: OS Linux Debian
3. LAB B: OS Windows 7

* Ya, memang saya sediakan dua OS pada Lab A dan Lab Bsebagai contohnya, dengan harapan bisa memberikan referensi yang lebih bagi para pembaca

A. TAHAP KONFIGURASI KOMPUTER DI LAB A
1. Instalasi OS Debian 6.0.5 versi text, jika membutuhkan panduan, baca di sini
2. Seting IP Address pada file interface:

nano /etc/network/interfaces


Untuk mendapatkan IP Network, IP Broadcast dapat dicari di sini

 3. Simpan dan Keluar, jangan lupa lakukan restarting pada network

B. TAHAP KONFIGURASI PADA KOMPUTER DI LAB B
1. Instalasi OS Windows 7
2. Seting IP Addressnya sebagai berikut:


C. TAHAP PEMBUATAN & KONFIGURASI PC ROUTER
Dalam tahap instalasi pada PC Router ini, saya menggunakan OS Debian 6.0.5 versi text, karena banyak dijumpai keunggulan dalam versi text dalam sisi teknisnya, apa saja keunggulannya? Baca disini
Baiklah para pembaca yang budiman, dalam step ini, saya asumsikan Anda sudah (bisa) menginstall OS Debian versi text. Jika belum, saya sudah sediakan petunjuknya di sini :)
Hampir lupa, khusus untuk Router harus memiliki 2 buah LAN Card, untuk LAN Card pertama menuju LAB A, dan LAN Card kedua menuju LAB B. Berikut langkah-langkah konfigurasinya:
1. Login ke Root, isikan username dan password pada komputer Router Anda.
2. Setting IP Address pada file interface:

nano /etc/network/interfaces


NB: Untuk mendapatkan IP Network, IP Broadcast dapat dicari di sini

3. Simpan dan Keluar, dan jangan lupa untuk melakukan restart interface setiap ada perubahan konfigurasi pada networking, dengan cara:

nano /etc/init.d/networking restart


Sampai pada langkah ini, Anda sebenarnya sudah bisa melakukan ping dari Komputer Router ke Lab A, dan ping dari Komputer Router menuju ke Lab B, namun tugas Kita belum selesai disini, karena Lab A belum bisa melakukan ping ke Lab B (dan sebaliknya)
4. IP Foward, itulah jawabannya. Agar Lab A bisa berkomunikasi dengan Lab B melalui fasilitas ping, maka Kita harus mengaktifkan IP_Forward yang berada di file sysctl.conf, berikut langkahnya:
nano /etc/sysctl.conf, hilangkan tanda pagar (#) yang berada pada baris berikut ini:

#net.ipv4.ip_forward=1




5. Selesai, sekarang coba Anda lakukan ping dari Lab A menuju ke Lab B atau sebaliknya. Dan hasilnya adalah ... :-D
Selamat, Semoga bisa membantu!
Selain komentar berupa pertanyaan, saya sangat berterima kasih bagi rekan-rekan yang memberikan masukan tentang tulisan ini.. Salam Pinguin!



2 komentar: